Skandal Wasit GSI Tanah Datar! Pertandingan Tertunda Berjam-jam, Komdis Siapkan Sanksi Berat

Terkini 16 Jun 2026 22:21 3 min read 23 views By Jr88

Share berita ini

Skandal Wasit GSI Tanah Datar! Pertandingan Tertunda Berjam-jam, Komdis Siapkan Sanksi Berat
Skandal Wasit GSI Tanah Datar! Pertandingan Tertunda Berjam-jam, Komdis Siapkan Sanksi Berat

 

 

Reporter. M rafi

 

TANAH DATAR – Kinerja dan profesionalisme wasit di Kabupaten Tanah Datar menjadi sorotan setelah sejumlah perangkat pertandingan yang telah ditugaskan tidak hadir pada pelaksanaan Gala Siswa Indonesia (GSI) Tahun 2026 Tingkat Kabupaten Tanah Datar, Selasa (16/6/2026).

 

Ketidakhadiran wasit tersebut mengakibatkan pertandingan yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB terpaksa tertunda hingga siang hari. Kondisi itu tidak hanya mengganggu jalannya kompetisi, tetapi juga memunculkan pertanyaan terkait komitmen dan disiplin para pengadil lapangan dalam menjalankan tugas yang telah dipercayakan kepada mereka.

Panitia pelaksana dan peserta GSI dikabarkan menyampaikan protes kepada Askab PSSI Tanah Datar karena menilai kejadian tersebut telah merugikan peserta dan mencoreng pelaksanaan ajang pembinaan sepak bola pelajar tersebut.

 

Pengurus Askab PSSI Tanah Datar, Dasril Chandra, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait ketidakhadiran sejumlah wasit yang telah ditugaskan secara resmi oleh organisasi.

 

"Penugasan wasit sudah diterbitkan oleh Askab PSSI Tanah Datar. Memang ada beberapa yang menyampaikan izin tidak bisa hadir, namun persoalan ini tetap menjadi perhatian serius dan telah kami laporkan kepada Ketua Askab serta Komisi Disiplin," ujarnya.

 

Menurut Dasril, seorang wasit tidak hanya dituntut memahami peraturan pertandingan, tetapi juga harus menjunjung tinggi tanggung jawab dan disiplin terhadap setiap penugasan yang diberikan.

 

Sementara itu, Ketua Komisi Disiplin Askab PSSI Tanah Datar, Aldoris Armialdi, menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti ketidakhadiran para wasit tersebut.

 

"Kami telah menerima laporan dari panitia dan peserta. Semua pihak yang terkait akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Kami ingin memastikan apakah ketidakhadiran tersebut memiliki alasan yang dapat dibenarkan atau justru merupakan pelanggaran disiplin," katanya.

 

Aldoris menjelaskan, profesi wasit memiliki aturan etik dan disiplin yang wajib dipatuhi. Ketika seorang wasit menerima penugasan resmi, maka yang bersangkutan berkewajiban menjalankan tugas tersebut atau menyampaikan alasan yang sah apabila berhalangan hadir.

 

"Kami mendengar ada informasi beberapa wasit berada di luar daerah. Namun sampai saat ini kami belum menerima dokumen yang menjadi dasar ketidakhadiran mereka. Semua akan kami telusuri sesuai mekanisme yang berlaku," tegasnya.

 

Menurutnya, apabila hasil pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran disiplin, maka sanksi yang dijatuhkan dapat berupa teguran, skorsing, denda hingga rekomendasi pencabutan lisensi wasit sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan PSSI.

 

Terpisah, Ketua Askab PSSI Tanah Datar, Wel Ahmad, mengaku prihatin atas kejadian tersebut. Ia menilai insiden itu menjadi evaluasi penting bagi pembinaan dan pengawasan perangkat pertandingan di Tanah Datar.

 

"Wasit merupakan salah satu pilar penting dalam sepak bola. Karena itu profesionalisme dan kedisiplinan harus menjadi prioritas. Jika ada pelanggaran, tentu akan diproses sesuai aturan yang berlaku," ujarnya.

BIN Berita Indonesia